Alat musik Polopalo adalah alat musik yang bahan dasarnya terbuat dari bambu, bentuknya menyerupai garputala raksasa dan teknik memainkannya yakni dengan memukulkan kebagian anggota tubuh yaitu lutut. Pada perkembangannya, Polopalo mendapatkan penyempurnaan pada beberapa hal, salah satunya adalah kini Polopalo dibuatkan sebuah pemukul dari kayu yang dilapisi karet agar mempermudah dan membantu dalam proses memainkan alat musik Polopalo. Hal ini memberi dampak selain tidak membuat sakit bagian anggota tubuh yang dipukul, juga membuat Polopalo tersebut berbunyi lebih nyaring. Perkembangan lainnya alat musik Polopalo di kembangkan dari 2 (nada) menjadi lebih, dalam artian musik Polopalo telah dikembangkan jenis organologinya sehingga menghasilkan beberapa buah alat musik Polopalo dalam bentuk dan nada yang berbeda. Setelah itu Polopalo yang telah menjadi beberapa buah nada tersebut, dimainkan oleh beberapa orang dengan menyesuaikan komposisi yang telah dibuat. Secara otomatis musik Polopalo sudah bisa menghasilkan tangga nada yang bisa kita komposisikan menjadi suatu karya musik (seperti layaknya kelompok musik angklung).
VIVAlife - Aktivitas menyelam menjadi tren dari wisata
laut. Mungkin para pelancong sudah bosan menikmati keindahan pantai
atau hanya sekadar merasakan udara segar di bawah nyiur. Mereka lebih
memilih bereksplorasi menjelajah keindahan alam bawah laut.
Indonesia sendiri merupakan destinasi menyelam dunia. Dua titik
penyelaman yang paling dikenal adalah Raja Ampat di Papua, dan Bunaken
di Sulawesi Utara. Tapi tidak hanya ini yang dimiliki. Sebenarnya banyak
taman laut lain yang patut dijadikan tujuan wisata.
Setiap daerah tentu memiliki keunikannya sendiri. Termasuk wisata laut Gorontalo. Mewakili pameran menyelam dan wisata laut di Deep and Extreme Indonesia 2013 di JCC, Senayan, hari ini, Quality Hotel Gorontalo menebar kekhasan taman bawah laut Olele.
Salvador Dali Sponge, yaitu bunga karang yang memiliki
ukiran indah di pinggirannya, menyerupai lukisan Salvador Dali. Bunga
karang ini memang belum ditemukan lagi diperairan manapun di dunia
selain di Gorontalo. Bentuknya beragam mulai dari menyerupai kipas, hati
bahkan seperti ikan hiu.
Tak hanya Salvador Dali Sponge, Anda juga dapat bermain bersama
berbagai macam spesies biota laut Gorontalo, mulai dari Kuda laut, Ikan
Napoleon, Scorpion Fish, Xeno Coral Crab, Candy Crab dengan warnanya yang manis seperti permen, Periclimenes Sarasvati, octopus, penyu dan banyak spesies lainnya. Bagi Anda penggila foto makro maupun wide angle silahkan membuktikan keindahan bawah air ini.
Penasaran seperti apa taman laut Gorontalo? Coba paket diving yang
ditawarkan, menginap empat malam di Quality Hotel, termasuk 8 kali
menyelami spot-spot terbaik. Atau jika hanya ingin menjelajah kota, Anda
bisa menyambangi air terjun Lombongo, bermain di pantai pasir putih di
Pulau Saronde, Hutan Nantu yang menjadi pusat penelitian mahasisawa
Harvard dan Oxford, hingga melihat festival perayaan dewi samudera di
Klenteng Hong San Bio.

